Rencana Peresmian Klinik Salmah Husada

Rencana Peresmian Klinik Salmah Husada

29

Apr 2016

KOTA BIMA-Klinik Salmah Husada Melayu Kota Bima akan diresmikan pada Februari mendatang. “Kita belum tentukan tanggal pastinya. Yang jelas Februari klinik ini siap lounching,” jelas Direktur Klinik Salmah Husada dr Muhammad Natsir ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/1) kemarin.

Dikatakannya, secara umum persiapan pengoperasian klinik sudah 90 persen. Tinggal penyelesaian pemasangan beberapa alat kesehatan. “Pemasangan alat itu butuh ketelitian dan kehati-hatian,” jelasnya.

Menurut Natsir, pemasangan alat seperti, rontgen membutuhkan waktu lama. Pemasangan alatnya harus pas.

Ruang radiologi harus sesuai standar dan harus ada sertifikat dari Badan Atom Nasional. Kesiapan farmasi dan obat-obatan juga dimatangkan berikut alat kesehatan lainnya.

Untuk tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker dan administari sudah siap. Tenaga dokter yang sudah siap yakni,  dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis kandungan dan dokter umum.

“Sementara ini baru 4 dokter yang sudah siap bekerja. Kita akan lihat perkembangannya, tenaga semua lini pasti kita tingkatkan,” tuturnya.

Dijelaskan dokter muda ini, klinik yang dipimpinnya memiliki 16 tempat tidur standar dengan 8 kamar VIP dan 2 bangsal perawatan pria dan wanita. Satu ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang laboratorium dan ruang bersalin yang dilengkapi USG 4 dimensi.

“USG 4 dimensi yang kita miliki ini belum ada di Bima. Ini salah satu keunggulan klinik Salmah Husada,” terangnya.
Ditanya tentang visi mendirikan klinik. Menurutnya, memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bima. Khususnya masyarakat Melayu dan sekitarnya. Karena tujuan utama mereka bukan profit oriented melainkan pengabdian dan kemanusiaan.

“Nama Salmah ini kami ambil dari nama nenek. Kita abadikan menjadi nama klinik dan nama yayasan yang menaunginya. Ketua Yayasan Salmah sendiri adalah kakak saya DR Hj Suhartati MSi,” beber Kepala Puskesmas Dara ini.

Diceritakannya, rencana awal membangun klinik untuk persalinan dan perawatan balita. Karena beberapa dokter siap membuka poly, maka jadilah seperti yang terlihat.

Izin opersional telah dikantongi. Mulai dari izin usaha, SIUP, gangguan HO, izin yayasan maupun Amdal. Termasuk pengolahan limbah farmasi. “Alhamdulillah warga Melayu sangat mendukung keberadaan klinik ini,” katanya.

Pada peresmian Februari mendatang, akan dilaksanakan kegiatan sosial khitanan massal bagi warga Melayu dan sekitarnya. “Kita berharap tidak ada kendala yang berarti hingga peresmian nanti,” harapnya.(rul)